Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 07 November 2014

PEMBIDAIAN


*Tindakan untuk mengistirahatkan bagian tulang yg patah.
- Patah tulang disebut juga fraktur
- Patah tulang dibagi menjadi 2 :
   -Patah tulang terbuka          
   -Patah tulang tertutup
*Tujuan :
1.      Mencegah pergerakan / Pergeseran dari ujung tulang yang patah.
2.      Mengurangi terjadinya cedera baru di sekitar bagian tulang yang patah.
3.      Memberi istirahatkan pada anggota badan yang patah.
4.      Mengurangi rasa nyeri.
5.      Mempercepat penyembuhan.
 
 *Macam – Macam Bidai :

1. Bidai keras
Umumnya terbuat dari kayu, alumunium, karton, plastik atau bahan lain yang kuat dan ringan. Pada dasarnya merupakan bidai yang paling baik dan sempurna dalam keadaan darurat. Kesulitannya adalah mendapatkan bahan yang memenuhi syarat di lapangan. Contoh: bidai kayu, bidai udara, bidai vakum.
 
2. Bidai traksi
Bidai bentuk jadi dan bervariasi tergantung dari pembuatannya, hanya dipergunakan oleh tenaga yang terlatih khusus, umumnya dipakai pada patah tulang paha. Contoh: bidai traksi tulang paha.
 
3. Bidai improvisasi.
Bidai yang dibuat dengan bahan yang cukup kuat dan ringan untuk penopang. Pembuatannya sangat tergantung dari bahan yang tersedia dan kemampuan improvisasi si penolong. Contoh: majalah, koran, karton dan lain-lain.
 
4. Gendongan/Belat dan bebat.
Pembidaian dengan menggunakan pembalut, umumnya dipakai mitela (kain segitiga) dan memanfaatkan tubuh penderita sebagai sarana untuk menghentikan pergerakan daerah cedera. Contoh: gendongan lengan.
 

 
*Proses :
1. Baringkan korban.
2. Pilih bidai yang tepat.
3. Lipat syal (8 lipatan).
4. Letakkan bidai tdk ditempat luka.
5. Masukkan syal dari bawah berlalu bidai.
6. Tali bidai dgn syal.
7. Menali jangan terlalu kencang dan jangan terlalu lemah.
 
*Pedoman Umum Pembidaian.
1. Sedapat mungkin informasikan tindakan yang akan dilakukan.
2. Sebelum membidai paparkan seluruh bagian yang cedera yang cedera dan rawat pendarahan bila ada.
3. Selalu buka / bebaskan pakaian pada daerah sendi sebelum membidai, buka perhiasan di daerah patah   atau di daerah Distal.
4.  Nilai GSS ( Gerakan Sensasi Sirkulasi ) pad bagian Distal cedera sebelum melakukan Pembidaian.
5.  Siapkan Alat –  alatnya selengkapnya.
6.  Jangan berupaya merubah posisi bagian ynag cedera, upayakan membidai dalam posisi di temukan.
7.  Jangan berupaya memasukan tulang yang patah.
8.  Bidai harus meliputi dua sendi dari tulang yang patah, Sebelum dipasang diukur dulu pada anggota badan yang sehat.
9.  Bila pada sendi bidai tulang yang mengapit sendi upayakan jangan membidai sendi distalnya.
10. Lapisi bidai dengan bahan yang lunak bila memungkinkan.
11. Isilah bagian yang kosong antara tubuh dengan bidai dengan bahan pelapis.
12. Ikatan jangan terlalu longgar dan jangan terlalu keras.
13. Ikatan harus cukup jumlahnya, dimulai dari sendi yang banyak bergerak, kemudian sendi atas dari tulang yang patah.
14. Selesai Pembidaian lakukan pemeriksaan GSS kembali, bandingkan dengan pemeriksaan yang pertama.
15. Jangan membidai berlebihan
- Menggunakan papan spinal / bidai tubuh, mencegahbanyak pembidaian pd 1 penderita, tanpa banyakmenghabiskan waktu.
-Jangan membidai berlebihan, membidai memerlukan waktu, jangan terpacu pd cidera yg tak terlihat parah, namun belum tentu mengancam nyawa.

Anatomi dan Faal Tubuh

Pengertian – pengertian     :

-Anatomi (susunan Tubuh)
Anatomi adalah ilmu yang mempelajari susunan tubuh dan bentuk tubuh / ilmu urai

-Fisiologi (faal tubuh)
Ilmu yang mempelajari faal (fungsi) bagian dari alat  atau jaringan tubuh.

-Posisi Anatomis
Tubuh manusia diproyeksikan menjadi suatu posisi yang dikenal sebagai posisi anatomis, yaitu berdiri tegak, ke dua lengan di samping tubuh, telapak tangan menghadap ke depan. Kanan dan kiri mengacu pada kanan dan kiri penderita.



BIDANG ANATOMIS
Dalam posisi seperti ini tubuh manusia dibagi menjadi beberapa bagian oleh 3 buah bidang khayal: 
1. Bidang Medial; yang membagi tubuh menjadi kiri dan kanan
2. Bidang Frontal; yang membagi tubuh menjadi depan (anterior) dan
belakang(posterior)
3. Bidang Transversal; yang membagi tubuh menjadi atas (superior) dan bawah (inferior)

Istilah lain yang juga dipergunakan adalah untuk menentukan suatu titik lebih dekat ke titik referensi (proximal) dan lebih jauh ke titik referensi (distal).

Pembagian tubuh manusia

Tubuh manusia dikelilingi oleh kulit dan diperkuat oleh rangka. Secara garis besar, tubuh manusia dibagi menjadi :
a. Kepala
   Tengkorak, wajah, dan rahang bawah
b. Leher
c. Batang tubuh
    Dada, perut, punggung, dan panggul
d. Anggota gerak atas
    Sendi bahu, lengan atas, lengan bawah, siku, pergelangan tangan, tangan. 
e. Anggota gerak bawah
    Sendi panggul, tungkai atas, lutut, tungkai bawah, pergelangan kaki, kaki.

Rabu, 05 November 2014

Lagu - lagu



Hymne PMI

Palang merah Indonesia

Wujud kepedulian nyata

Nurani yang suci

Untuk membantu menolong sesama

PMI

Siaga setiap waktu

Berbakti, dan mengabdi

Bagi hidup manusia

Agar sehat sejahtera di seluruh dunia

 
 

 Mars Palang Merah Indonesia

Palang Merah Indonesia
Sumber kasih umat manusia
Warisan luhur, nusa dan bangsa
Wujud nyata mengayom Pancasila

Gerak juangnya keseluruh nusa
Mendarmakan bhakti bagi ampera
Tunaikan tugas suci tujuan PMI
Di Persada Bunda Pertiwi

Untuk umat manusia
Di seluruh dunia
PMI menghantarkan jasa

 

Bhakti Remaja

Palang Merah Remaja Indonesia
warga Palang Merah sedunia
Berjuang berbakti penuh kasih sayang
untuk rakyat semua
Bekerja dengan rela tulus ikhlas
untuk yang tertimpa sengsara
Puji dan puja tidak dikejar…
mengabdi tuk sesama…

Putra Putri
Palang Merah Remaja Indonesia
Abdi rakyat sedunia
luhur budinya
Putra Putri
Palang Merah Remaja Indonesia
Abdi rakyat sedunia
Mulia citanya

Selasa, 04 November 2014

PENILAIAN KORBAN

Tindakan penilaian korban terdiri dari :

1.  Penilaian keadaan
Pada saat sampai di lokasi kejadian hal yang pertama kali harus dilakukan adalah menilai keadaan sekitar. Apakah aman atau tidak bagi dirinya (Pasien) . Jika ragu lebih baik minta bantuan kepada orang dewasa.Secara umum tugas seorang penolong saat tiba di lokasi adalah :
-Memastikan keselamatan penolong, penderita, dan orang orang disekitar lokasi kejadian


-Penolong harus memperkenalkan diri, bila memungkinkan

-Menentukan keadaan umum kejadian ( mekanisme cedera )

-Mengenali dan mengatasi gangguan cedera yang mengancam nyawa

-Stabilkan penderita dan meneruskan pemantauan

-Minta bantuan bila diperlukan

Dalam melakukan tugas sebagai penolong, juga diperlukan berbagai informasi untuk menunjang penilaian. Tahukah kamu, informasi dapat kita peroleh dari:
-Kejadian itu sendiri
-Penderita (bila sadar)
-Keluarga (Saksi)
-Mekanisme kejadian
-Perubahan bentuk yang nyata ( cedera yang jelas )
-Gejala atau tanda khas suatu cedera atau penyakit.

 2.  Penilaian dini
Pada saat menghadapi penderita, kita perlu menentukan kondisi penderita secara umum. Hal-hal yang ditentukan yaitu :
a.  Kesan umum
     Langkah ini digunakan untuk menentukan apakah penderita merupakan kasus trauma atau kasus medis. Perbedaannya adalah sebagai berikut.


Kasus Trauma  : Kasus    yang    disebabkan    oleh    suatu    ruda-paksa Mempunyai  tanda-tanda  yang  jelas  dan  terlihat  da atau  teraba.  Misalnya  luka  terbuka,  memar,  patah tulang da lain sebagainya

Kasus Medis    : Kasus yang diderita seseorang tanpa ada riwayat ruda- paksa. Contohnya sesak napas, pingsan.

b.  Memeriksa Kesadaran
Ada empat tingkatan kesadaran penderita, yaitu :
1. Awas    = Alert
2. Suara    =  Voice                           = ASNT / AVPU
3. Nyeri    =  Pain
4. Tidak Respon    =  Un Respon 

 c.  Memastikan Jalan napas terbuka dengan baik
Jika penderita tidak respon gunakan teknik angkat dagu dan tekan dahi (ADTD)

d.  Untuk menilai pernapasan
Setelah jalan napas berjalan dengan baik maka penolong harus menilai pernapasan penderita dengan cara :


Lihat

Dengar      = LDR

Rasakan

 

e. Menilai denyut nadi
Sebelum melakukannya, kita lihat dulu kondisi korban apakah sadar atau tidak. Jika sadar, cara yang digunakan adalah dengan meraba nadi pergelangan tangan (radial). Sedangkan bagi korban yang tidak sadar, nadi yang  diperiksa adalah di bagian leher (Carotis)

f. Hubungi Bantuan
Usahakan untuk segera minta bantuan rujukan. Kita bisa meminta bantuan kepada orang lain atau melakukannya sendiri. Misalnya dengan telepon.

 

3. Pemeriksaan Fisik
Tindakan ini melibatkan penglihatan, perabaan dan pendengaran.
Tanda apa saja yang perlu kita temukan saat melakukan pemeriksaan fisik ?
1.    Apakah ada Perubahan bentuk pada bagian tubuh si korban ?
2.    Apakah ada Luka terbuka (terlihat jelas) pada tubuh korban?
3.    Apakah korban merasakan Nyeri saat bagian tubuhnya kita raba atau tekan?
4.    Apakah ada Bengkak pada tubuh korban ?

Agar lebih mudah diingat menjadi PLNB, dan dalam bahasa asing adalah DOTS (Deporpitas, Opening jury, Tenderles, Suealing)

Untuk pemeriksaan lebih lanjut kndisi korban, perlu dilakukan pemeriksaan yang lebih lengkap dari ujung kepala sampai ujung kaki.
1.    Kepala meliputi telinga, hidung, mata, dan mulut.
2.    Leher
3.    Dada
4.    Perut
5.    Punggung
6.    Panggul
7.    Anggota gerak atas dan bawah. Pada pemeriksaan anggota gerak selain PLNB, jg dilakukan gerakan sensasi sirkulasi.

 
4.Pemeriksaan Berkala

Pemeriksaan tanda 2 fital manusia, yaitu :

1.     Nafas

2.     Nadi

3.     Darah

4.     Suhu (37’C)

5.     Warna Kulit

 

5.RIWAYAT PENDERITA
Untuk mengetahui penyebab atau pencetus suatu kejadian, mekanisme kejadian atau perjalanan suatu penyakit maka diperlukan wawancara yang dapat  dilakukan  dengan  penderita,  keluarganya  atau  saksi  mata.  Riwat penderita ini sangat penting pada kasus medis.Untuk memudahkan, dikenal akronim KOMPAK .

K =  Keluhan utama
Sesuatu yang sangat dikeluhkan penderita . Gejala adalah hal-hal yang hanya  dapat  dirasakan  oleh  penderita  misalnya  nyeri,  pusing.  Tanda adalah hal-hal yang dapat diamati oleh orang lain . Saat melakukan Tanya jawab hindari jawaban YA atau TIDAK. Usahakan memberikan pertanyaan terbuka .

O =  Obat – obatan yang diminum
Tanyakan apakah penderita sedang dalam proses pengobatan. Gangguan yang dialami mungkin akibat lupa minum atau menelan obat tertentu contohnya seorang penderita kencing manis mengalami masalah kadar gula derah yang tinggi karena lupa minum obat sebelum makan.

M =  Makanan / Minuman terakhir
Hal  ini  dapat  dijadikan  dasar  terjadinya  kehilangan  kesadaran  pada penderita. Selain itu data ini juga penting untuk diketahui bila ternyata penderita harus menjalai pembedahan di RS.

P =  Penyakit yang diderita
Riwayat  penyakit  yang  sedang  diderita  atau  pernah  diderita  yang mungkin berhubungan dengan keadaan yang dialami penderita saat ini. Contoh : asma dan jantung.

A =  Alergi yang Dialami
Perlu dicari apakah penyebab pada penderita ini mungkin merupakan suatu bentuk alergi terhadap bahan-bahan tertentu . umumnya penderita atau  keluarga  sudah  mengetahuinya  dan  sudah  memahami  mengatasi keadaan itu.

K =  Kejadian
Kejadian  yang  dialami  penderita  sebelum  kecelakaan  atau  sebelum timbulnya Waspadai Gejala dan Tandanya! penyakit yang diderita saat ini. 

6. Pelaporan
Melaporkan pada saat PP pada RS dan membuat kartu penderita

*TANDA VITAL
Parameter yang dikelompokan dalam tanda vital adalah :

Frekuensi Pernafasan Normal
-Bayi
  25 - 50  / menit
-Anak
  15 - 30  / menit
-Dewasa
  12 - 20  / menit

Denyut Nadi Normal :
-Bayi
  120 - 150  / menit
-Anak
  80 - 150  / menit
-Dewasa
  60 - 90  / menit


*Pemeriksaan denyut nadi dapat diperiksa di :
-      Leher (pembuluh nadi karotis)
-       Lengan atas (nadi brakialis)
-       Pergelangan tangan (nadi radialis)
-       Lipatan paha (nadi pemoralis)



* Beberapa Foto Penilaian Korban :






PMI di Indonesia

Sejarah PMI di Indonesia
 
    Berdirinya Palang Merah di Indonesia sebetulnya sudah dimulai sebelum Perang Dunia II, tepatnya 12 Oktober 1873.Pemerintah Kolonial Belanda mendirikan Palang Merah di Indonesia dengan nama Nederlandsche Roode Kruis Afdeeling IndiĆ« (NERKAI) yang kemudian dibubarkan pada saat pendudukan Jepang. Perjuangan mendirikan Palang Merah Indonesia (PMI) diawali 1932. Kegiatan tersebut dipelopori Dr.R.C.L. Senduk dan Dr. Bahder Djohan dengan membuat rancangan pembentukan PMI. Rancangan tersebut mendapat dukungan luas terutama dari kalangan terpelajar Indonesia, dan diajukan ke dalam Sidang Konferensi Narkei pada 1940, akan tetapi ditolak mentah-mentah. Rancangan tersebut disimpan menunggu saat yang tepat. Seperti tak kenal menyerah pada saat pendudukan Jepang mereka kembali mencoba untuk membentuk Badan Palang Merah Nasional, namun sekali lagi upaya itu mendapat halangan dari Pemerintah Tentara Jepang sehingga untuk yang kedua kalinya rancangan tersebut kembali disimpan.
  Proses pembentukan PMI dimulai 3 September 1945 saat itu Presiden Soekarno memerintahkan Dr. Boentaran (Menkes RI Kabinet I) agar membentuk suatu badan Palang Merah Nasional. Dibantu Panitia lima orang terdiri atas Dr. R. Mochtar sebagai Ketua, Dr. Bahder Djohan sebagai Penulis dan tiga anggota panitia yaitu Dr. R. M. Djoehana Wiradikarta, Dr. Marzuki, Dr. Sitanala, mempersiapkan terbentuknya Perhimpunan Palang Merah Indonesia. Tepat sebulan setelah kemerdekaan RI, 17 September 1945, PMI terbentuk. Peristiwa bersejarah tersebut hingga saat ini dikenal sebagai Hari PMI. Peran PMI adalah membantu pemerintah di bidang sosial kemanusiaan, terutama tugas kepalangmerahan sebagaimana dipersyaratkan dalam ketentuan Konvensi-Konvensi Jenewa 1949 yang telah diratifikasi oleh pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1958 melalui UU No 59. Sebagai perhimpunan nasional yang sah, PMI berdiri berdasarkan Keputusan Presiden No 25 tahun 1925 dan dikukuhkan kegiatannya sebagai satu-satunya organisasi perhimpunan nasional yang menjalankan tugas kepalangmerahan melalui Keputusan Presiden No 246 tahun 1963.
 
 
*Daftar Ketua Umum PMI :
  1. Drs. Moch. Hatta (1945-1946)  
  2. BHP. Bintoro (1948-1952)
  3. Prof. Dr. Bahder Djohan (1952-1954)
  4. P. A. A. Paku Alam VIII (1954-1966)
  5. Letjen Basuki Rachmat (1966-1969)
  6. Prof. Dr. Satrio. (1970-1982)
  7. Dr. H. Soeyoso Soemodimedjo (1986-1992)
  8. Hj. Siti Hardianti Rukmana (1992-1998)
  9. Mar'ie Muhammad (1998-2009)
  10. Muhammad Jusuf Kalla (2009-sekarang)

*   Palang Merah Indonesia (PMI) adalah sebuah organisasi perhimpunan nasional di Indonesia yang bergerak dalam bidang sosial kemanusiaan. PMI selalu berpegang teguh pada tujuh prinsip dasar Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan sabit merah yaitu kemanusiaan, kesamaan, kesukarelaan, kemandirian, kesatuan, kenetralan, dan kesemestaan. Sampai saat ini PMI telah berada di 33 PMI Daerah (tingkat provinsi) dan sekitar 408 PMI Cabang (tingkat kota/kabupaten) di seluruh Indonesia.

     Palang Merah Indonesia tidak berpihak pada golongan politik, ras, suku ataupun agama tertentu. Palang Merah Indonesia dalam pelaksanaannya juga tidak melakukan pembedaan tetapi mengutamakan objek korban yang paling membutuhkan pertolongan segera untuk keselamatan jiwanya.

* TRI BAKTI PMR
dalam PMR ada tugas yang harus dilaksanakan, dalam PMR dikenal tri bakti yang harus diketahui, dipahami dan dilaksanakan oleh semua anggota. TRIBAKTI PMR  tersebut adalah:
  1. Taqwa kepada tuhan yang maha Esa
  2. Berkarya dan berbakti kepada masyarakat
  3. Mempererat  persahabatan nasional dan internasional.
 
*TINGKATAN PMR
Di Indonesia
dikenal ada 3 tingkatan PMR sesuai dengan jenjang pendidikan atau usianya
  1. PMR Mula adalah PMR dengan tingkatan setara pelajar Sekolah Dasar (10-12 tahun). Warna emblem Hijau
     
    2. PMR Madya adalah PMR dengan tingkatan setara pelajar Sekolah Menengah Pertama (12-15 tahun). Warna emblem Biru Langit













3. PMR Wira adalah PMR dengan tingkatan setara pelajar Sekolah Menengah Atas (15-17 tahun). Warna emblem Kuning


 


 


Sejarah Singkat Berdirinya Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional


 Pada tanggal 24 Juni 1859 di Solferino Itali Utara, pasukan Prancis dan Italia sedang bertempur melawan pasukan Austria. Pada saat itu H.Dunant tiba disana dengan harapan dapat bertemu dengan Kaisar Prancis (Napoleon III).H. Dunant secara kebetulan menyaksikan pertempuran itu. Saat itu dinas medis militer kewalahan dalam menangani korban perang yang mencapai 40.000 orang. Tergetar oleh penderitaan tentara yang terluka H.Dunant bekerja sama dengan penduduk setempat segera bertindak mengkoordinasikan bantuan untuk mereka. Setelah kembali ke Swiss, H. Dunant menggambarkan pengalaman itu ke dalam sebuah buku yang berjudul : UN SOUVENIR DE SOLFERINIO/ A MEMORI OF SOLFERINO yang artinya Kenang-kenangan dariSolferino TAHUN 1862. Dalam bukunya H. Dunant mengajukan 2 gagasan, yaitu :
 
1. Membentuk organisasi Sukarelawan, yang akan disiapkan dimasa damai untuk menolong para prajurityang terluka di medan perang.
2. Mengadakan perjanjian internasional guna melindungi prajurit yang cidera di medan perang ,serta sukarelawan dari organisasi tersebut pada waktu memberikan perawatan.

Tahun 1863 Empat orang warga Jenewa bergabung dengan H. Dunant untuk mengembangkan keduagagasan tersebut. Empat orang tersebut adalah :
1. General Dufour
2. Dr. Theodore
3. Dr. Louis Appia
4. Gustave Moynier
     
     Yang kemudian mereka bersama-sama membentuk Komite Internasional Palang Merah(KIPM) atauInternational Committee Of the Red Cross (ICRC).Berdasarkan gagasan pertama didirikanlah sebuah Organisasi Sukarelawan di setiap negara, yangbertugas membantu dinas medis angkatan darat pada waktu perang. Organisasi tersebut sekarangdisebut LRCS (Loague Of The Red Cross Society) atau LPPMI ( Liga Perhimpunan Palang Merah) yangdibentuk tanggal 5 Mei Tahun 1919. Tahun 1992 berubah menjadi Federasi Internasional Palang Merahdan Bulan Sabit Merah. Palang Merah lahir berdasarkan keinginan untuk membantu korban perang, dan untuk pelaksanaantugasnya pada tanggal 22 Agustus 1864 atas Prakarsa ICRC, Pemerintah Swiss menyelenggarakan konferensi yang diikuti 12 negara yang dikenal dengan Konvensi Genewa ( The Genewa Conventions Of August 12 1949 ) dengan hasil konfrensi :TUGAS PALANG MERAH : Pada Waktu Perang1. Membantu Jawatan Kesehatan angkatan Perang2. Memberi Pertolongan pada waktu perang Pada waktu damai1. Membangkitkan perhatian umum terhadap azas dan tujuan Palang Merah2. Menyebarluaskan Cita-cita Palang Merah Berdasarkan Prikemanusiaan3. Menyiapkan tenaga dan sarana Kesehatan/bantuan lainnya untuk menjamin kelancaran tugas palangMerah.4. Memberi bantuan dan pertolongan pertama dalam setiap musibah/kecelakaan.5. Menyelenggarakan PMR6. Turut memperbaiki Kesehatan rakyatc7. Membantu Mencari Korban Hilang ( TMS ).

 

*
Henry Dunant
Jean Henry Dunant

Adalah Bapak Palang merah sedunia karena beliaulah pendiri dan peloporberdirinya Palang Merah.J.H. Dunant lahir di Swiss pada tanggal 8 Mei 1828 (ditetapkan sebagai Hari Palang Merah dan BulanSabit Merah Internasional) Ayahnya bernama Jean Jacques Dunant dan Ibunya bernama AntoinetteColladon.

 
 

                                                                                                  

*PALANG MERAH INTERNASIONAL

Palang Merah adalah suatu perhimpunan yang anggotanya memberikan pertolongan dengan sukarela berdasarkan prikemanusiaan kepada mereka yang membutuhkan tanpa membedakan bangsa, agama dan politik. Tiga macam Lambang Palang Merah yang resmi diakui Internasional :

1. Palang Merah diatas warna dasar putih adalah kebalikan dari bendera Swiss sebagai lambang yang diakui untuk menghormati negara Swiss atau  kewarganegaraan Dunant.( 1864 ).
2. Bulan sabit Merah diatas warna dasar putih digunakan di negara Arab ( 1876 ).
 
 
     
7 Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan            SabitMerah Internasional
 
1. Kemanusiaan
    Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional didirikan berdasarkan keinginan memberi pertolongan tanpa membedakan korban yang terluka di dalam pertempuran, mencegah dan mengatasi penderitaan sesama manusia.
 
2. Kesamaan
     Gerakan ini tidak membuat perbedaan atas dasar kebangsaan, kesukuan, agama atau pandangan politik. Tujuannya semata - mata mengurangi penderitaan manusia sesuai dengan kebutuhannya dan mendahulukan keadaan yang paling parah. 
 
4.. Kemandirian
   Gerakan ini bersifat mandiri. Perhimpunan nasional disamping membantu pemerintahannya dalam  bid. Kemanusiaan, jg harus menaati peraturan negaranya, harus selalu menjaga otonominya sehingga dapat bertindak sesuai dengan prinsip - prinsip gerakan ini.
 
5. Kesukarelaan
    Gerakan ini memberi bantuan secara sukarela tidak untuk mencari keuntungan semata.
 
6. Kesatuan
      Di dalam suatu Negara hanya terdapat satu perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah yg terbuka bagi semua orang dan melaksanakan tgs kemanusiaan  di seluruh wilayah.
 
7. Kesemestaan 
        Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit merah Internasional adalah Bersifat semesta. Setiap Perhimpunan memiliki hak dan tanggung jawab yang sama.