Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 07 November 2014

PEMBIDAIAN


*Tindakan untuk mengistirahatkan bagian tulang yg patah.
- Patah tulang disebut juga fraktur
- Patah tulang dibagi menjadi 2 :
   -Patah tulang terbuka          
   -Patah tulang tertutup
*Tujuan :
1.      Mencegah pergerakan / Pergeseran dari ujung tulang yang patah.
2.      Mengurangi terjadinya cedera baru di sekitar bagian tulang yang patah.
3.      Memberi istirahatkan pada anggota badan yang patah.
4.      Mengurangi rasa nyeri.
5.      Mempercepat penyembuhan.
 
 *Macam – Macam Bidai :

1. Bidai keras
Umumnya terbuat dari kayu, alumunium, karton, plastik atau bahan lain yang kuat dan ringan. Pada dasarnya merupakan bidai yang paling baik dan sempurna dalam keadaan darurat. Kesulitannya adalah mendapatkan bahan yang memenuhi syarat di lapangan. Contoh: bidai kayu, bidai udara, bidai vakum.
 
2. Bidai traksi
Bidai bentuk jadi dan bervariasi tergantung dari pembuatannya, hanya dipergunakan oleh tenaga yang terlatih khusus, umumnya dipakai pada patah tulang paha. Contoh: bidai traksi tulang paha.
 
3. Bidai improvisasi.
Bidai yang dibuat dengan bahan yang cukup kuat dan ringan untuk penopang. Pembuatannya sangat tergantung dari bahan yang tersedia dan kemampuan improvisasi si penolong. Contoh: majalah, koran, karton dan lain-lain.
 
4. Gendongan/Belat dan bebat.
Pembidaian dengan menggunakan pembalut, umumnya dipakai mitela (kain segitiga) dan memanfaatkan tubuh penderita sebagai sarana untuk menghentikan pergerakan daerah cedera. Contoh: gendongan lengan.
 

 
*Proses :
1. Baringkan korban.
2. Pilih bidai yang tepat.
3. Lipat syal (8 lipatan).
4. Letakkan bidai tdk ditempat luka.
5. Masukkan syal dari bawah berlalu bidai.
6. Tali bidai dgn syal.
7. Menali jangan terlalu kencang dan jangan terlalu lemah.
 
*Pedoman Umum Pembidaian.
1. Sedapat mungkin informasikan tindakan yang akan dilakukan.
2. Sebelum membidai paparkan seluruh bagian yang cedera yang cedera dan rawat pendarahan bila ada.
3. Selalu buka / bebaskan pakaian pada daerah sendi sebelum membidai, buka perhiasan di daerah patah   atau di daerah Distal.
4.  Nilai GSS ( Gerakan Sensasi Sirkulasi ) pad bagian Distal cedera sebelum melakukan Pembidaian.
5.  Siapkan Alat –  alatnya selengkapnya.
6.  Jangan berupaya merubah posisi bagian ynag cedera, upayakan membidai dalam posisi di temukan.
7.  Jangan berupaya memasukan tulang yang patah.
8.  Bidai harus meliputi dua sendi dari tulang yang patah, Sebelum dipasang diukur dulu pada anggota badan yang sehat.
9.  Bila pada sendi bidai tulang yang mengapit sendi upayakan jangan membidai sendi distalnya.
10. Lapisi bidai dengan bahan yang lunak bila memungkinkan.
11. Isilah bagian yang kosong antara tubuh dengan bidai dengan bahan pelapis.
12. Ikatan jangan terlalu longgar dan jangan terlalu keras.
13. Ikatan harus cukup jumlahnya, dimulai dari sendi yang banyak bergerak, kemudian sendi atas dari tulang yang patah.
14. Selesai Pembidaian lakukan pemeriksaan GSS kembali, bandingkan dengan pemeriksaan yang pertama.
15. Jangan membidai berlebihan
- Menggunakan papan spinal / bidai tubuh, mencegahbanyak pembidaian pd 1 penderita, tanpa banyakmenghabiskan waktu.
-Jangan membidai berlebihan, membidai memerlukan waktu, jangan terpacu pd cidera yg tak terlihat parah, namun belum tentu mengancam nyawa.

0 komentar:

Posting Komentar