Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 04 November 2014

PENILAIAN KORBAN

Tindakan penilaian korban terdiri dari :

1.  Penilaian keadaan
Pada saat sampai di lokasi kejadian hal yang pertama kali harus dilakukan adalah menilai keadaan sekitar. Apakah aman atau tidak bagi dirinya (Pasien) . Jika ragu lebih baik minta bantuan kepada orang dewasa.Secara umum tugas seorang penolong saat tiba di lokasi adalah :
-Memastikan keselamatan penolong, penderita, dan orang orang disekitar lokasi kejadian


-Penolong harus memperkenalkan diri, bila memungkinkan

-Menentukan keadaan umum kejadian ( mekanisme cedera )

-Mengenali dan mengatasi gangguan cedera yang mengancam nyawa

-Stabilkan penderita dan meneruskan pemantauan

-Minta bantuan bila diperlukan

Dalam melakukan tugas sebagai penolong, juga diperlukan berbagai informasi untuk menunjang penilaian. Tahukah kamu, informasi dapat kita peroleh dari:
-Kejadian itu sendiri
-Penderita (bila sadar)
-Keluarga (Saksi)
-Mekanisme kejadian
-Perubahan bentuk yang nyata ( cedera yang jelas )
-Gejala atau tanda khas suatu cedera atau penyakit.

 2.  Penilaian dini
Pada saat menghadapi penderita, kita perlu menentukan kondisi penderita secara umum. Hal-hal yang ditentukan yaitu :
a.  Kesan umum
     Langkah ini digunakan untuk menentukan apakah penderita merupakan kasus trauma atau kasus medis. Perbedaannya adalah sebagai berikut.


Kasus Trauma  : Kasus    yang    disebabkan    oleh    suatu    ruda-paksa Mempunyai  tanda-tanda  yang  jelas  dan  terlihat  da atau  teraba.  Misalnya  luka  terbuka,  memar,  patah tulang da lain sebagainya

Kasus Medis    : Kasus yang diderita seseorang tanpa ada riwayat ruda- paksa. Contohnya sesak napas, pingsan.

b.  Memeriksa Kesadaran
Ada empat tingkatan kesadaran penderita, yaitu :
1. Awas    = Alert
2. Suara    =  Voice                           = ASNT / AVPU
3. Nyeri    =  Pain
4. Tidak Respon    =  Un Respon 

 c.  Memastikan Jalan napas terbuka dengan baik
Jika penderita tidak respon gunakan teknik angkat dagu dan tekan dahi (ADTD)

d.  Untuk menilai pernapasan
Setelah jalan napas berjalan dengan baik maka penolong harus menilai pernapasan penderita dengan cara :


Lihat

Dengar      = LDR

Rasakan

 

e. Menilai denyut nadi
Sebelum melakukannya, kita lihat dulu kondisi korban apakah sadar atau tidak. Jika sadar, cara yang digunakan adalah dengan meraba nadi pergelangan tangan (radial). Sedangkan bagi korban yang tidak sadar, nadi yang  diperiksa adalah di bagian leher (Carotis)

f. Hubungi Bantuan
Usahakan untuk segera minta bantuan rujukan. Kita bisa meminta bantuan kepada orang lain atau melakukannya sendiri. Misalnya dengan telepon.

 

3. Pemeriksaan Fisik
Tindakan ini melibatkan penglihatan, perabaan dan pendengaran.
Tanda apa saja yang perlu kita temukan saat melakukan pemeriksaan fisik ?
1.    Apakah ada Perubahan bentuk pada bagian tubuh si korban ?
2.    Apakah ada Luka terbuka (terlihat jelas) pada tubuh korban?
3.    Apakah korban merasakan Nyeri saat bagian tubuhnya kita raba atau tekan?
4.    Apakah ada Bengkak pada tubuh korban ?

Agar lebih mudah diingat menjadi PLNB, dan dalam bahasa asing adalah DOTS (Deporpitas, Opening jury, Tenderles, Suealing)

Untuk pemeriksaan lebih lanjut kndisi korban, perlu dilakukan pemeriksaan yang lebih lengkap dari ujung kepala sampai ujung kaki.
1.    Kepala meliputi telinga, hidung, mata, dan mulut.
2.    Leher
3.    Dada
4.    Perut
5.    Punggung
6.    Panggul
7.    Anggota gerak atas dan bawah. Pada pemeriksaan anggota gerak selain PLNB, jg dilakukan gerakan sensasi sirkulasi.

 
4.Pemeriksaan Berkala

Pemeriksaan tanda 2 fital manusia, yaitu :

1.     Nafas

2.     Nadi

3.     Darah

4.     Suhu (37’C)

5.     Warna Kulit

 

5.RIWAYAT PENDERITA
Untuk mengetahui penyebab atau pencetus suatu kejadian, mekanisme kejadian atau perjalanan suatu penyakit maka diperlukan wawancara yang dapat  dilakukan  dengan  penderita,  keluarganya  atau  saksi  mata.  Riwat penderita ini sangat penting pada kasus medis.Untuk memudahkan, dikenal akronim KOMPAK .

K =  Keluhan utama
Sesuatu yang sangat dikeluhkan penderita . Gejala adalah hal-hal yang hanya  dapat  dirasakan  oleh  penderita  misalnya  nyeri,  pusing.  Tanda adalah hal-hal yang dapat diamati oleh orang lain . Saat melakukan Tanya jawab hindari jawaban YA atau TIDAK. Usahakan memberikan pertanyaan terbuka .

O =  Obat – obatan yang diminum
Tanyakan apakah penderita sedang dalam proses pengobatan. Gangguan yang dialami mungkin akibat lupa minum atau menelan obat tertentu contohnya seorang penderita kencing manis mengalami masalah kadar gula derah yang tinggi karena lupa minum obat sebelum makan.

M =  Makanan / Minuman terakhir
Hal  ini  dapat  dijadikan  dasar  terjadinya  kehilangan  kesadaran  pada penderita. Selain itu data ini juga penting untuk diketahui bila ternyata penderita harus menjalai pembedahan di RS.

P =  Penyakit yang diderita
Riwayat  penyakit  yang  sedang  diderita  atau  pernah  diderita  yang mungkin berhubungan dengan keadaan yang dialami penderita saat ini. Contoh : asma dan jantung.

A =  Alergi yang Dialami
Perlu dicari apakah penyebab pada penderita ini mungkin merupakan suatu bentuk alergi terhadap bahan-bahan tertentu . umumnya penderita atau  keluarga  sudah  mengetahuinya  dan  sudah  memahami  mengatasi keadaan itu.

K =  Kejadian
Kejadian  yang  dialami  penderita  sebelum  kecelakaan  atau  sebelum timbulnya Waspadai Gejala dan Tandanya! penyakit yang diderita saat ini. 

6. Pelaporan
Melaporkan pada saat PP pada RS dan membuat kartu penderita

*TANDA VITAL
Parameter yang dikelompokan dalam tanda vital adalah :

Frekuensi Pernafasan Normal
-Bayi
  25 - 50  / menit
-Anak
  15 - 30  / menit
-Dewasa
  12 - 20  / menit

Denyut Nadi Normal :
-Bayi
  120 - 150  / menit
-Anak
  80 - 150  / menit
-Dewasa
  60 - 90  / menit


*Pemeriksaan denyut nadi dapat diperiksa di :
-      Leher (pembuluh nadi karotis)
-       Lengan atas (nadi brakialis)
-       Pergelangan tangan (nadi radialis)
-       Lipatan paha (nadi pemoralis)



* Beberapa Foto Penilaian Korban :






0 komentar:

Posting Komentar